Makhluk ciptaan tuhan
yang paling kejam adalah manusia, mungkin itulah peribadatan yang cocok untuk
menjadi acuan kita mengatakan kejahatan yang sering dilakukan oleh manusia. Mulai
dari secara langsung hingga kejahatan melalui kecanggihan teknologi.
Social engineering,
kejahatan ini menggunakan kecanggihan teknologi mulai dari berupa email,
aplikasi, sms, dan sebagainya. Kejahatan jenis ini mengacu pada psikologis
seseorang yang mudah terpancing akan emosinya tersebut, seperti pemberitahuan
akan hadiah, musibah yang menimpa sanak saudaranya, dan sebagainya.
Social engineering
sudah sering terjadi, tapi msih banyak juga orang yang menjadi korbannya, bagi
orang yang sudah mngerti akan bahaya ini, mereka menutup mata mereka dan
menutup telinga mereka rapat-rapat. Akan tetapi bagi orang awam yang menjadi
korbannya, carayang dilakukan dalam social engineering, sangattlah efektif
untuk melumpuhkan mangsanya.
Contoh kasus social
engineering:
Fiktif CS : Halo, selamat pagi. Bisa bicara dengan
Bapak Budi?
Budi : Iya,
saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?
Fiktif CS : Bapak Budi, kami dari card center Bank
Kaya Raya Sejahtera ingin melakukan survei mengenai kartu kredit bapak
sebab kami akan melakukan kenaikan limit untuk kartu kredit yang bapak miliki
saat ini.
(Modus tersebut bisa juga berupa perubahan sistem
bank, menawarkan bonus/hadiah, mendata ulang customer, memastikan transaksi
yang dilakukan sebelumnya, meng-upgrade kartu menjadi Gold/Platinum).
Budi : O, iya
silahkan.
Fiktif CS : Tagihan Bapak Budi dialamatkan kemana?
Budi : Jl.
Kesasar Gang Buntu No.13 Malang sekali.
Fiktif CS : Alamat tinggal Bapak Budi saat ini?
Budi : Jl.
Uranium Niklir no.911
Fiktif CS : Tanggal lahir bapak?
Budi : 17
Agustus 1945.
Fiktif CS : Maaf Pak, nama ibu kandungnya?
Budi : Emak
Guwe
Fiktif CS : Tolong sebutkan 16 digit nomor kartu
kredit bapak.
Budi : Tunggu
sebentar ya, saya ambil dulu dari dompet.
Fiktif CS : Silahkan.
Budi : Halo,
ini nomornya: 1234 5678 9012 3456.
Fiktif CS : Tolong sebutkan 3 angka terakhir di
belakang kartu Anda.
Budi : Kalo
yang di belakang, 212.
Fiktif CS : Kartu kredit bapak berlaku sampai
kapan?
Budi :
Desember 2015
Fiktif CS : Baik Pak Budi, data Anda sudah cukup.
Kartu kredit bapak akan segera kami proses. Terima kasih atas waktunya.
Budi :
Sama-sama.
Sepintas percakapan ini biasa saja dan tak ada yang
mencurigakan. Itulah teknik social engineering untuk melakukan
fraud/penyalahgunaan kartu kredit. Akibatnya, data kartu kredit Pak Budi
dimiliki orang lain.
Saat billing tagihan datang di bulan berikutnya,
ada transaksi yang besar. Padahal Pak Budi tidak pernah melakukan transaksi
itu. Dari percakapan telpon, limit Pak Budi juga tidak naik. Baru Pak Budi
sadar akan kelalaiannya. Dari penjelasan ini, ternyata melakukan aktivitas
carding bisa dilakukan dengan mudah tanpa alat, hanya dengan modal nekat yaitu
dengan teknik social engineering.
salah satu sumber:
The Genius, Hacking untuk Membobol Facebook & Email
Tidak ada komentar:
Posting Komentar